Fast Action, Fast Result - Dr. Azizan Osman
Pantas Tindakan, Pantas Berhasil
Anda memang berfikiran besar dan akan mula berusaha untuk mencapainya. Anda dah mula merancang. Tapi semua itu tak berguna kalau anda tidak mula bertindak.
Ini satu fakta mudah. Selagi anda tifak bertindak, anda tidak akan ke maan-mana. Anda ada idea yang hebat tapi tiada tindakan, maka ia cuma tinggal idea.
Lagi cepat anda bertindak lagi cepat anda dapat hasilnya. Ini juga berkait rapat dengan konsep 'Energy Exchange'. Untuk dapatkan sesuatu, kita perlu berikan sesuatu. Untuk dapatkan tenaga elektrik, kita perlukan tenaga air (Hydro) atau tenaga arang. Macam tu juga dengan tindakan. Segala tenaga yang diberikan akan menentukan hasilnya. Lebih cepat anda makan, lebih cepat anda kenyang. Lebih cepat anda mula berlari, lebih cepat anda sampai garisan penamat.
Memang dalam perjalanan akan ada banyak dugaan. Mungkin ada yang akan berkata 'bukan sekarang', 'aku belum bersedia', 'nanti dulu, bulan depan baru aku mula.'
Betul. Anda memang betul. Kita perlu ada persediaan sebelum bertindak. Kita perlukan perancangan baru boleh berjaya. Fail to Plan, is Plan to Fail. Saya sangat setuju. TAPI bukan dengan asyik dengan merancang sahaja. Lepas rancang, selidik pulak...lepas tu rancang lagi. TAPI tidak BERTINDAK juga maka tak jadi apa-apa.
Cadangan saya: Dateline!!! Tetapkan masa betul-betul. Dateline memang penting. Contoh, dapat idea, tetapkan seminggu untuk penyelidikan, kemudian seminggu lagi untuk buat perancangan, lepas tu mula bertindak. Sebabnya mudah, walau macam mana pun kita rancang, adalah sangat sukar untuk semuanya berjalan mengikut perancangan kita. Maka kita perlulah membuat plan A, Plan B dan Plan C. Untuk mempunyai plan-plan itu perlulah untuk kita sentiasa menambah nilai diri supaya sentiasa bersedia menempuh dugaan.
Selagi belum bertindak, kita tak nampak gambaran sebenar dan dugaan yang mungkin ada. Oleh itu BERTINDAK cepat.
Apa perkara yang anda bangga anda pernah lakukan? dan apa pula perkara yang anda rasa anda nak mulakan sekarang? Jom berkongsi dan kita doakan sama-sama.
p/s: cepat-cepat bertindak 'post entry', cepat sikit orang baca dan komen, juga menambah nilai diri sendiri dan orang lain.
Monday, March 12, 2012
Friday, March 9, 2012
Taubat
Daripada Abu Musa al-Asy'ari r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azzawajalla 'menghulurkan tangan-Nya' (bersedia menerima taubat) pada waktu malam agar orang yang melakukan kejahatan pada waktu siang bertaubat; dan Allah 'menghulurkan tangan-Nya' (bersedia menerima taubat) pada waktu siang agar orang yang melakukan kejahatan pada waktu malam bertaubat; sehinggalah matahari terbit dari barat."
Riwayat Muslim
Riwayat Muslim
Wednesday, March 7, 2012
BUY HOUSE...I URGE YOU!!!
Let buy a house. No..No..No..Please Don't. Why?
Please...please....please...buy as much as you can. How?
Wait!!!
Before that let recall my earlier entry on pre planning - buy a house.
Who am I to discuss about buying houses? I'm a nobody with one house. Rented out.
My parent stay in their own house, build on their own piece of land. With another 2 smaller house beside it rented out. Oh, before I forgot, the house where I was grown up, also been rented out.
That why I urge you to buy more than 1 house.
I'm looking forward for another house, maybe after my wedding. Not for us to stay in but for us to rent it out.
When I buy my house, I didn't think of renting it out. For me, it was a waste to rent it out. There a probable of tenant moved out during the night, not paying rent, leaving the landlord with huge utilities bill and etc. That was me way before. What i believe now, buying houses as my retirement investment.
Most of my friend has purchase a house. Some of them haven't. Anybody reading this and not yet buy a house, please consider to buy now. Refer to my earlier entry for pre planning - buy a house.
Some of my friend already buy/own house, might regret their choice of house due to high monthly installment that it tighten their monthly financial or won't moved in (due to some reason) or for any other difficulties. If they ask for my opinion, I will say "don't regret". Following is what I will do if I regret buying any form of investment, as here i will put it as house:
1) Rent it, to get some cash flow either to ease out financial burden or save to buy another house (Don't forget to get a rental agreement to get better financial credit review from bank which I might touch in a later entry)
2) Refinance it, if investment properties - use any excess from refinancing to buy another house for rental purpose, if own house - to shorten the period of financing.
3) Sell it after a few years, to get a better investment properties or get more investment properties.
What I learn from Dr. Shah Razali known as DSR, we should not buy our own house first. Buy house to be rented out first. That is if you want to be an Investor and there a possibility that our own house will be paid by the others houses we rented out. Well maybe not in the short term, maybe after we have really understand the mechanism of investing in real property.
Well, you can hear more from DSR from his youtube or his book which is up for sale, Jejak Pelabur Hartanah. (The book already out of stock and in process of 2nd batch printing: Source DSR Facebook) His website is drshahrazali.
Please...please....please...buy as much as you can. How?
Wait!!!
Before that let recall my earlier entry on pre planning - buy a house.
Who am I to discuss about buying houses? I'm a nobody with one house. Rented out.
My parent stay in their own house, build on their own piece of land. With another 2 smaller house beside it rented out. Oh, before I forgot, the house where I was grown up, also been rented out.
That why I urge you to buy more than 1 house.
I'm looking forward for another house, maybe after my wedding. Not for us to stay in but for us to rent it out.
When I buy my house, I didn't think of renting it out. For me, it was a waste to rent it out. There a probable of tenant moved out during the night, not paying rent, leaving the landlord with huge utilities bill and etc. That was me way before. What i believe now, buying houses as my retirement investment.
Most of my friend has purchase a house. Some of them haven't. Anybody reading this and not yet buy a house, please consider to buy now. Refer to my earlier entry for pre planning - buy a house.
Some of my friend already buy/own house, might regret their choice of house due to high monthly installment that it tighten their monthly financial or won't moved in (due to some reason) or for any other difficulties. If they ask for my opinion, I will say "don't regret". Following is what I will do if I regret buying any form of investment, as here i will put it as house:
1) Rent it, to get some cash flow either to ease out financial burden or save to buy another house (Don't forget to get a rental agreement to get better financial credit review from bank which I might touch in a later entry)
2) Refinance it, if investment properties - use any excess from refinancing to buy another house for rental purpose, if own house - to shorten the period of financing.
3) Sell it after a few years, to get a better investment properties or get more investment properties.
What I learn from Dr. Shah Razali known as DSR, we should not buy our own house first. Buy house to be rented out first. That is if you want to be an Investor and there a possibility that our own house will be paid by the others houses we rented out. Well maybe not in the short term, maybe after we have really understand the mechanism of investing in real property.
Well, you can hear more from DSR from his youtube or his book which is up for sale, Jejak Pelabur Hartanah. (The book already out of stock and in process of 2nd batch printing: Source DSR Facebook) His website is drshahrazali.
Monday, March 5, 2012
Up To Me!!!
If It Is To Be, It Is Up To Me - Zig Ziglar
Jika nak ia jadi, ia bergantung pada aku.....
'Allah mengikut sangkaan hambaNya' - Hadis Qudsi Riwayat Al-Bukhari.
Apa yang Ziglar sampaikan secara tak langsung menerangkan lagi maksud hadis tersebut.
Minda / Akal manusia merupakan anugerah yang sangat bernilai yang telah diciptakan untuk kita. Apa yang kita fikir itu selalunya benar. Jika kita fikir kita lemah, kita betul. Jika kita fikir kita bijak, pun kita betul. Kuasa minda akan sentiasa membantu kita untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk.
Apa pun yang kita lakukan, kita bermula dengan impian, visualise dan bertindak. Hanya kita yang mampu tentukan sama ada kita boleh mencapainya atau tidak.
Tiada siapa yang boleh memaksa kita untuk berjaya atau gagal tanpa kebenaran diri kita sendiri. Apa jua yang dilakukan oleh orang-orang disekeliling kita cumalah bantuan atau halangan sementara. Pilihan untuk meneruskan atau berhenti sampai disitu, kembali kepada diri kita sendiri.
Mungkin akan ada yang berkata, "Kalau dah ketentuanNya. Nak buat macam mana. Ditentukan aku tak boleh berjaya."
Kalau mereka boleh menjawap persoalan saya ini, maka saya akan bersetuju dengan mereka. Kalau tidak, maka apa yang saya cuba nyatakan disini adalah tepat.
Soalan saya ialah, Bila kau pegi baca buku Qada' dan Qadar tu?
Memang kita perlu beriman kepada ketentuan Qada' dan Qadar, tetapi siapakah yang tahu tentangnya? Sedangkan apa pun yang kita mahu kita perlu untuk berusaha, berdoa dan setelah itu barulah kita tawakal kepadaNya. Bahkan takdir yang tertulis itu juga ada takdir Mu'allaq iaitu takdir yang belum putus. Doa dan perbuatan yang baik boleh mengubah takdir Mu'allaq ini.
Secara ringkasnya, kalau nak, kenalah berusaha sendiri. Berapa lama lagi nak bergantung pada 'tongkat' kerajaan. Nak subsidi pun kena usaha. Nak BR1M pun kena mohon, isi borang bagai der. Takdenya tiba-tiba orang bagi salam, "Saya datang ni nak bagi subsidi baja." Takde der......
Kalau nak bahasa kasar sikit, nak makan tak kan nak tunggu orang suapkan. Paling-paling pun kita kena bagitau orang kedai, "Kak, nasi goreng satu." atau pun kena mintak dengan mak, "Mak, lapar la..." Tak gitu? :D
Apa lagi, kongsi-kongsi la pandangan, pengalaman dan pencapaian anda tentang perkara hebat yang telah anda laksanakan.....
p/s: If 'this entry' is to be, it is up to me to 'write it'. Takdenya tertulis sendiri der....
Jika nak ia jadi, ia bergantung pada aku.....
'Allah mengikut sangkaan hambaNya' - Hadis Qudsi Riwayat Al-Bukhari.
Apa yang Ziglar sampaikan secara tak langsung menerangkan lagi maksud hadis tersebut.
Minda / Akal manusia merupakan anugerah yang sangat bernilai yang telah diciptakan untuk kita. Apa yang kita fikir itu selalunya benar. Jika kita fikir kita lemah, kita betul. Jika kita fikir kita bijak, pun kita betul. Kuasa minda akan sentiasa membantu kita untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk.
Apa pun yang kita lakukan, kita bermula dengan impian, visualise dan bertindak. Hanya kita yang mampu tentukan sama ada kita boleh mencapainya atau tidak.
Tiada siapa yang boleh memaksa kita untuk berjaya atau gagal tanpa kebenaran diri kita sendiri. Apa jua yang dilakukan oleh orang-orang disekeliling kita cumalah bantuan atau halangan sementara. Pilihan untuk meneruskan atau berhenti sampai disitu, kembali kepada diri kita sendiri.
Mungkin akan ada yang berkata, "Kalau dah ketentuanNya. Nak buat macam mana. Ditentukan aku tak boleh berjaya."
Kalau mereka boleh menjawap persoalan saya ini, maka saya akan bersetuju dengan mereka. Kalau tidak, maka apa yang saya cuba nyatakan disini adalah tepat.
Soalan saya ialah, Bila kau pegi baca buku Qada' dan Qadar tu?
Memang kita perlu beriman kepada ketentuan Qada' dan Qadar, tetapi siapakah yang tahu tentangnya? Sedangkan apa pun yang kita mahu kita perlu untuk berusaha, berdoa dan setelah itu barulah kita tawakal kepadaNya. Bahkan takdir yang tertulis itu juga ada takdir Mu'allaq iaitu takdir yang belum putus. Doa dan perbuatan yang baik boleh mengubah takdir Mu'allaq ini.
Secara ringkasnya, kalau nak, kenalah berusaha sendiri. Berapa lama lagi nak bergantung pada 'tongkat' kerajaan. Nak subsidi pun kena usaha. Nak BR1M pun kena mohon, isi borang bagai der. Takdenya tiba-tiba orang bagi salam, "Saya datang ni nak bagi subsidi baja." Takde der......
Kalau nak bahasa kasar sikit, nak makan tak kan nak tunggu orang suapkan. Paling-paling pun kita kena bagitau orang kedai, "Kak, nasi goreng satu." atau pun kena mintak dengan mak, "Mak, lapar la..." Tak gitu? :D
Apa lagi, kongsi-kongsi la pandangan, pengalaman dan pencapaian anda tentang perkara hebat yang telah anda laksanakan.....
p/s: If 'this entry' is to be, it is up to me to 'write it'. Takdenya tertulis sendiri der....
Thursday, March 1, 2012
BEN ASHAARI : BLOGLIST APRIL 2012
Salam semua, ini kali pertama saya menyertai segmen Ben Ashaari ni…itupun atas seruan adik saya, Qaseh
Rasa terpanggil untuk menyertai, ye la nak juga orang baca blog saya daripada tulis sendiri dan baca sendiri kan.
Secara ringkasnya blog saya ni berkisar tentang inspirasi dan motivasi kehidupan dari kaca mata saya.
Semoga kita sama-sama dapat bertukar-tukar maklumat melalui blog……
Masa hidupnya baik betul dia tu..........
P. Ramlee (1929-1973) dianugerahkan dengan gelaran Tan Sri pada tahun 1990 iaitu setelah 17 tahun pemergiannya. Sudirman (1954-1992) dianugerahkan dengan gelaran Dato’ juga setelah 17 tahun pemergiannya iaitu pada tahun 2009.
Ini adalah contoh terdekat dengan kita, terutamanya mengenangkan genapnya 20 tahun pemergian Sudirman pada bulan Februari lalu. Ini contoh bagaimana seseorang itu lebih/semakin dihargai setelah ketiadaan mereka.
Kalau ikut kata orang putih, macam ‘take thing for granted’ la. Saya lebih suka melihat dalam kehidupan seharian kita, bukan kehidupan artis. ‘Point’ utama saya ialah masa ada tak ramai nak ucap terima kasih ke, bagi hadiah lagi la jauh. Tak semua la, tapi kebanyakannya macam tu la.
Dalam persekitaran kerja pun macam tu. Bila orang nak berhenti barulah sibuk-sibuk nak buat majlis ‘farewell’. Meraikan pemergian, bukannya nak meraikan kebolehan, kejayaan, kehebatan atau kebaikan orang itu. Itu pun kalau ada ‘farewell’, kalau takde rai la sorang-sorang. Tapi mungkin juga mereka sebenarnya meraikan sebab seronok, tak payah nak jumpa lagi kat opis… ;p
Yang lebih menyedihkan, dalam perhubungan kekeluargaan pun macam tu,
· Ucap cinta dan sayang pada pasangan pada bulan Februari je. Bulan lain ader….bukan tak ader, tapi jarang sangat.
· Ucap terima kasih kat mak abah bila tiba bulan lima, Hari Ibu dan bulan enam, Hari Bapa.
· Selain tu, adalah ucap masa sambut hari jadi atau anniversary.
Minta maaf pun macam tu. Kalau pasangan tak merajuk sampai seharian tak bercakap, payah bebenor nak mintak maaf. Paling-paling selalu minta maaf, ada yang sampai nangis-nangis leleh air hidung, masa pagi raya. Itu pun ada yang tak sampai petang raya dah gaduh balik. Ye la…’awak ni mekap lama sangat’ ‘awak kalau dah jumpa leman (bukan orang sebenar), tak ingat dunia’…macam-macam poin nak cari gaduh.
Cuba amik masa kejap, renung dan ingat kembali kali terakhir anda minta maaf dengan keluarga, pasangan dan orang-orang sekeliling anda? Bila pula anda nyatakan betapa gembira dan bermaknanya hidup anda dengan adanya mereka dalam hidup anda? Dan hari ini tunjukkan rasa penghargaan dan kasih saying kepada semua orang. Pasti ada sekelumit benda baik yang datang dari mereka. Mari kita sama-sama amalkan. Pasti hidup kita lebih kaya dengan senyuman, kesyukuran dan kebahagiaan.
p/s: Terima kasih kerana menjadi sebahagian dari hidup saya (just to name a few):
1. Keluarga saya: Bakar Taha (Abah), Intan Mariamah (Mak), Shima/Naz (Akak), Nurul/Enun (Adik) dan Ckin (Adik)
2. Tunang: Aila Mamat (dan InsyaAllah, Isteri dalam tahun ini..doakan ye)
3. Rakan Kongsi / Sematlamat: Nizam Hashim, Nazrin Zam
4. Sahabat Seperjuangan (Ex-Deloitte): Abas, Aja, Earda, Ju, Yull, Zana, Rozek, Fahmi dan ramai lagi
5. Rakan-rakan NS-NLP: Andrew Tham (Mentor NS-NLP), Hamim Shahril dan Farah suami isteri, ET (Extra Tasty), Intan Suhaila, Julia Jmy, Azamila (Actfrix) dan ramai lagi.
Wow!!! Just realizing there sooooo…….many GREAT people in my life and I haven’t list them all….. if your name was not listed doesn’t mean you are not special to me. SAYA BERTERIMA KASIH DAN MENGHARGAI KEHADIRAN KALIAN DALAM HIDUP SAYA!!!
1. Keluarga saya: Bakar Taha (Abah), Intan Mariamah (Mak), Shima/Naz (Akak), Nurul/Enun (Adik) dan Ckin (Adik)
2. Tunang: Aila Mamat (dan InsyaAllah, Isteri dalam tahun ini..doakan ye)
3. Rakan Kongsi / Sematlamat: Nizam Hashim, Nazrin Zam
4. Sahabat Seperjuangan (Ex-Deloitte): Abas, Aja, Earda, Ju, Yull, Zana, Rozek, Fahmi dan ramai lagi
5. Rakan-rakan NS-NLP: Andrew Tham (Mentor NS-NLP), Hamim Shahril dan Farah suami isteri, ET (Extra Tasty), Intan Suhaila, Julia Jmy, Azamila (Actfrix) dan ramai lagi.
Wow!!! Just realizing there sooooo…….many GREAT people in my life and I haven’t list them all….. if your name was not listed doesn’t mean you are not special to me. SAYA BERTERIMA KASIH DAN MENGHARGAI KEHADIRAN KALIAN DALAM HIDUP SAYA!!!
Monday, February 27, 2012
THINK BIG
"If you are going to be thinking anyway, you might as well THINK BIG" - Donald Trump
Terjemahan Tak Rasmi: Kalau kamu memang perlu berfikir, lebih baik kamu berfikir secara besar.
Saya amat menyukai dan bersetuju dengan apa yang Donald cuba sampaikan. Kenyataan ini amat dekat dengan potensi kuasa minda kita. Secara tak langsung Donald memberitahu kita bagaimana kuasa minda mempengaruhi potensi kekayaan dan kejayaan kita.
Dari pandangan saya, adalah perlu untuk kita berfikiran besar dalam apa jua yang kita lakukan, supaya kita menggunakan sepenuhnya bakat dan keupayaan yang telah diberikan kepada kita. Seperti kata-kata Presiden Indonesia, Soekarno, "Capailah cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit! Kerana seandainya anda terjatuh, maka anda akan terjatuh diantara bintang-bintang."
Dengan berfikiran besar juga secara tidak langsung kita menunjukkan rasa syukur kepada Pencipta kita. Disebabkan rasa bersyukur ini, kita berfikiran besar dan melaksanakan yang terbaik dengan apa yang telah DIA kurniakan kepada kita. "Bekerjalah seperti kita akan hidup seribu tahun lagi, beramallah seperti kita akan mati esok hari."
Mungkin ada suara-suara kecil yang akan berkata "Kenapa nak fikir besar-besar, pepatah melayukan kata 'Ukurlah baju di badan sendiri'. Dah kita mampu buka gerai, jadi buka gerai je la, takdenya nak pikir buka restoran bercawangan bagai...." Saya tahu, sebab saya yang dulu pun akan cakap macam tu.
Bagi kat saya orang-orang macam ni, saya akan bantu mereka berfikiran besar. Saya akan 'inspire' mereka jika mereka memang mahu berubah. Contoh mudah yang saya boleh bagi sekarang ialah kalau anda minat berniaga goreng pisang dan cuma mampu buka gerai tepi jalan, jadi bukalah gerai dulu. TAPI berpikiranlah secara besar, "Aku akan buka lagi 5 gerai dalam masa 2 tahun." Maka anda akan berusaha membuat goreng pisang yang sedap, sistem yang boleh beroperasi dengan baik dan database pelanggan. Setelah semua itu ada, anda bolehlah buka gerai ke-2 dan agihkan rezeki kat orang. Maksud saya, gajikan orang. Kalau sistem anda berkesan, tak mustahil lama kelamaan anda tak payah goreng pisang, anda cuma perlu ronda kutip duit dan database. Dan tak mustahil kalau lepas ni ada Franchise Goreng Pisang pulak.
Kalau ada yang cakap, "Borak je ni", "Boleh ker"....contoh paling mudah adalah Otai Burger, kajilah macam mana gerai burger tepi jalan boleh ada franchise.
Jom kongsikan fikiran / matlamat anda yang besar supaya kita sama-sama boleh berkongsi dan juga doakan.
p/s: Jom makan beger...dilllll. Besar punya....
Terjemahan Tak Rasmi: Kalau kamu memang perlu berfikir, lebih baik kamu berfikir secara besar.
Saya amat menyukai dan bersetuju dengan apa yang Donald cuba sampaikan. Kenyataan ini amat dekat dengan potensi kuasa minda kita. Secara tak langsung Donald memberitahu kita bagaimana kuasa minda mempengaruhi potensi kekayaan dan kejayaan kita.
Dari pandangan saya, adalah perlu untuk kita berfikiran besar dalam apa jua yang kita lakukan, supaya kita menggunakan sepenuhnya bakat dan keupayaan yang telah diberikan kepada kita. Seperti kata-kata Presiden Indonesia, Soekarno, "Capailah cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit! Kerana seandainya anda terjatuh, maka anda akan terjatuh diantara bintang-bintang."
Dengan berfikiran besar juga secara tidak langsung kita menunjukkan rasa syukur kepada Pencipta kita. Disebabkan rasa bersyukur ini, kita berfikiran besar dan melaksanakan yang terbaik dengan apa yang telah DIA kurniakan kepada kita. "Bekerjalah seperti kita akan hidup seribu tahun lagi, beramallah seperti kita akan mati esok hari."
Mungkin ada suara-suara kecil yang akan berkata "Kenapa nak fikir besar-besar, pepatah melayukan kata 'Ukurlah baju di badan sendiri'. Dah kita mampu buka gerai, jadi buka gerai je la, takdenya nak pikir buka restoran bercawangan bagai...." Saya tahu, sebab saya yang dulu pun akan cakap macam tu.
Bagi kat saya orang-orang macam ni, saya akan bantu mereka berfikiran besar. Saya akan 'inspire' mereka jika mereka memang mahu berubah. Contoh mudah yang saya boleh bagi sekarang ialah kalau anda minat berniaga goreng pisang dan cuma mampu buka gerai tepi jalan, jadi bukalah gerai dulu. TAPI berpikiranlah secara besar, "Aku akan buka lagi 5 gerai dalam masa 2 tahun." Maka anda akan berusaha membuat goreng pisang yang sedap, sistem yang boleh beroperasi dengan baik dan database pelanggan. Setelah semua itu ada, anda bolehlah buka gerai ke-2 dan agihkan rezeki kat orang. Maksud saya, gajikan orang. Kalau sistem anda berkesan, tak mustahil lama kelamaan anda tak payah goreng pisang, anda cuma perlu ronda kutip duit dan database. Dan tak mustahil kalau lepas ni ada Franchise Goreng Pisang pulak.
Kalau ada yang cakap, "Borak je ni", "Boleh ker"....contoh paling mudah adalah Otai Burger, kajilah macam mana gerai burger tepi jalan boleh ada franchise.
Jom kongsikan fikiran / matlamat anda yang besar supaya kita sama-sama boleh berkongsi dan juga doakan.
p/s: Jom makan beger...dilllll. Besar punya....
Subscribe to:
Posts (Atom)








